Dialog Antarbudaya dengan Mahasiswa dari Fairfield University

//Dialog Antarbudaya dengan Mahasiswa dari Fairfield University

Dialog Antarbudaya dengan Mahasiswa dari Fairfield University

This post is also available in: English (English)

Para mahasiswa dari Fairfield University mengunjungi DAYA Center-Dompet Dhuafa USA di Philadelphia  hari Kamis, 15 Maret 2018. Mereka bertatap muka dan berdialog dengan para ibu yang tengah belajar Bahasa Inggris untuk Penutur Asing di DAYA Center. Para mahasiswa ini merupakan peserta dari Alternative Spring Break yang diadakan oleh Fairfield University dan menetap bersama Aquinas Center di Philadelphia. Dalam waktu sepekan mereka mengunjungi banyak organisasi komunitas dan belajar mengenai kerelawanan di Philadelphia. Program Alternative Spring Break ini merupakan kegiatan positif yang patut diapresiasi karena kebanyakan mahasiswa berpesta-pora saat liburan musim semi (Spring Break) tiba.

Para mahasiswa bertatap muka dan berkomunikasi dengan para ibu dengan akrab. Mereka belajar mengenai kisah kehidupan imigran di Philadelphia. Sedangkan, para ibu juga belajar dari para mahasiswa ini. Sebagian besar kaum ibu yang belajar Bahasa Inggris di DAYA Center juga memiliki anak usia SMA. Jadi mereka ingin mengetahui bahagaimana kehidupan mahasiswa di kampus. Para ibu ini di kelas Bahasa Inggris belajar mengenai proses pendaftaran kuliah di AS, kehidupan asrama yang amat berbeda dengan di Indonesia, jalan-jalan (travelling), permainan bola voli yang marak di remaja, dan lain sebagainya.

Proses dialog berlangsung sangat menyenangkan dengan suguhan makanan khas Indonesia yang dimasak oleh para ibu kelas Bahasa Indonesia. Meski keduanya berasal dari latar belakang yang sangat berbeda, mereka menghabiskan waktu dua jam untuk tertawa, bertukar cerita, dan mengenal satu dengan yang lainnya.

Sebagaimana kutipan dari Paulo Coecho, “Budaya membuat orang saling mengenal satu dengan lainnya. Dan, jika mereka telah saling mengenal maka keduanya akan memiliki jiwa yang lebih baik. Akan lebih mudah untuk meruntuhkan hambatan ekonomi dan politik. Tapi, pertama kali mereka harus mengenal tetangganya terlebih dahulu, dan pada akhirnya, mereka sadar bahwa mereka punya masalah yang sama dan pertanyaan yang sama.”

 

 

This post is also available in: English (English)

By |2018-03-28T17:22:29+00:00Maret 28th, 2018|Kabar DD-USA Bahasa Indonesia|0 Comments

Leave A Comment