This post is also available in: English (English)

DAYA Center dan Kelompok Mahasiswa Indonesia di Eastern University memperkenalkan angklung, alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu, di acara Malam Keberagaman. Sesi Angklung Interaktif dirasa sangat menyenangkan oleh para pengunjung acara itu. Mereka diminta untuk bermain angklung bersama-sama. “Ini pertama kalinya saya melihat dan bermain angklung. Keren banget karena tidak banyak alat musik yang dimainkan dengan cara digoyangkan. Terima kasih telah memperkenalkannya kepada saya,” kata salah seorang mahasiswa. Para pengunjung belajar mengenai skala notasi musik melalui bermain angklung. Bahkan, mereka memainkan lagu “Twinkle-Twinkle Little Star” bersama-sama.

“Angklung interaktifnya keren banget! Para pengunjung yang datang senang sekali saat mereka bermain angklung,” kata Selvi Seni, salah seorang mahasiswa yang berasal dari Indonesia. “Kami ingin memperkenalkan Indonesia kepada orang Amerika, jadi mereka lebih mengenal Indonesia, budayanya, dan tempat-tempat yang bisa dikunjungi di Indonesia. Thaun kemarin, kami ada menari tarian tradisional dari Indonesia Timur,” kata Esty, salah seorang mahasiswa pascasarjana asal Indonesia yang tengah menempuh studinya di Eastern University.

Dalam acara tersebut, para mahasiswa Indonesia juga menyediakan makanan dan minuman khas Indonesia, seperti Bakso dan Es Cendol. “Di malam keberagaman ini, angklung mengingatkan kita untuk mengeluarkan “bunyi” atau bakat kita dan berkolaborasi dengan orang lain untuk membuat alunan musik yang merdu,” kata seorang instruktur angklung dari DAYA Center. Tertarik mengundang Angklung Interaktif untuk sekolah, universitas, atau tempat kerja Anda? Hubungi kami di jess@dompetdhuafa-usa.org.

This post is also available in: English (English)